087668200_1520570169-20180308_130453

Akses bacaan menggunakan huruf Braille di Indonesia masih dianggap kurang oleh Bayu Yulianto dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Dia merasa, banyak bacaan di Indonesia yang tidak tersedia dalam huruf Braille. Walaupun begitu, dia mengatakan bahwa dirinya cukup terbantu dengan adanya teknologi.

“Dengan adanya komputer, software pembaca layar, buku-buku itu bisa dibaca dalam versi suara,” kata Bayu ditemui Health Liputan6.com di acara Perempuan Disabilitas Mengubah Dunia, di Jakarta, ditulis Jumat (9/3/2018).

“Akan tetapi, kalau dalam bentuk Braille sendiri sangat kurang,” kata Bayu.

Bayu mengakui, buku dalam bentuk suara memang tidak memerlukan banyak usaha untuk membacanya. Namun, sarana untuk mendengarkan itu memang dibutuhkan. Sementara, buku Braille membutuhkan lebih banyak tempat yang cukup luas karena buku Braille lebih tebal.

Dalam kesehariannya, Bayu biasa menggunakan komputer atau ponsel untuk membantunya mengakses informasi.

“Saya cukup terbantu dengan itu,” ujar Bayu. Untuk catatan-catatan tertentu dia tetap menggunakan huruf Braille.

Dalam kondisi darurat, Bayu mengakui bahwa dibutuhkan orang lain untuk membacakan buku itu.

“Hanya kita tidak leluasa untuk membaca halaman mana yang diperlukan, tema apa yang diperlukan. Sangat sulit sekali,” jelas Bayu.

Baja Juga

News Feed

Survei: Muslimah Dinilai Lebih Mendukung Kebebasan Beragama

Tue, 27 Mar 2018 01:12:07am

Jakarta - Muslimah Indonesia disurvei soal pandangan toleransinya. Dibanding muslim, ternyata muslimah lebih unggul dalam beberapa aspek soal...

Survei: Mayoritas Muslim Indonesia Antiormas Radikal, yang Pro 9%

Tue, 27 Mar 2018 01:12:04am

Jakarta - Survei nasional menunjukkan muslim Indonesia tak suka terhadap ormas radikal. Bahkan jumlah mereka lebih dari setengah responden. Ini...

Poltracking: Elektabilitas PDIP Tertinggi, Diikuti Gerindra-Golkar

Tue, 27 Mar 2018 01:12:02am

Jakarta - Survei nasional yang diadakan Poltracking Indonesia menunjukkan mayoritas responden memilih PDIP bila Pemilu Legislatif digelar saat ini....

Survei Poltracking: AHY Cawapres Terkuat untuk Jokowi Maupun Prabowo

Tue, 27 Mar 2018 01:11:59am

Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi kandidat calon wakil presiden dengan elektabilitas tertinggi. AHY mengungguli nama-nama lain, tak...

Poltracking: Jokowi dan Prabowo Capres Terkuat, Pertarungan di Cawapres

Tue, 27 Mar 2018 01:01:23am

Jakarta - Hingga saat ini, hanya ada 2 nama kandidat calon presiden 2019 yang disebut memiliki tingkat keterpilihan yang mumpuni. Dua kandidat capres...

Tiga Nama yang Diprediksi Bersaing Ketat Jadi Cawapres 2019

Tue, 27 Mar 2018 01:01:20am

JAKARTA, KOMPAS.com — Bila nama calon presiden 2019 mencuat kepada dua nama yakni, Jokowi dan Prabowo, lain halnya dengan calon wakil...

Survei Kompas: Elektabilitas Deddy-Dedi Salip Ridwan Kamil-Uu

Tue, 27 Mar 2018 01:01:17am

Bandung - Pasangan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi (DM4) memuncaki hasil survei elektabilitas terbaru Pilgub Jabar. Elektabilitas Deddy - Dedi mencapai...

Survei “Kompas”: Pilkada Jatim, Elektabilitas Khofifah dan Gus Ipul Hanya Selisih 0,5 Persen

Tue, 27 Mar 2018 01:01:15am

KOMPAS.com — Jelang Pilkada Jawa Timur 2018, persaingan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di daerah ini kian ketat. Hasil...

Survei Poltracking: Khofifah-Emil 42,4%, Gus Ipul-Puti 35,8%

Tue, 27 Mar 2018 01:01:11am

Jakarta - Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terhadap calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada Jatim 2018. Hasilnya, pasangan...

Survei Polmark Indonesia: Pilkada Jatim, Gus Ipul Raih 42,7 Persen, Khofifah 27,2 Persen

Tue, 27 Mar 2018 12:48:39am

  SURABAYA, KOMPAS.com — Polmark Indonesia merilis hasil survei Pilkada Jatim 2018 di Surabaya, Rabu (14/3/2018). Elektabilitas pasangan...